Di saat banyak orang mengejar gaji besar dan hidup nyaman di kota, ada sosok muda yang memilih jalan berbeda. Lulusan S2 dari University of Adelaide ini rela meninggalkan kesempatan kerja bergaji tinggi demi mengabdi sebagai guru di pedalaman Papua.
Setiap hari ia harus berjalan kaki sejauh 26 kilometer melewati jalan berlumpur, hutan, dan medan yang berat hanya untuk sampai ke sekolah. Semua itu dilakukan demi satu tujuan mulia: agar anak-anak Papua tetap bisa belajar dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Baginya pendidikan bukan sekadar pekerjaan tetapi panggilan hati untuk membangun generasi Papua yang cerdas, kuat, dan bermartabat.
Langkah kaki boleh lelah, tetapi semangat untuk mencerdaskan anak Papua tidak boleh berhenti.
Pengabdian seperti ini menjadi bukti bahwa masih ada orang-orang yang bekerja bukan karena uang semata melainkan karena cinta kepada manusia dan masa depan bangsa.
Anak-anak Papua tidak membutuhkan belas kasihan. Mereka membutuhkan kesempatan, pendidikan, dan orang-orang yang mau hadir bersama mereka.
by- SUARA CENDERAWASIH 🥲🙏

▶
▶
▶
▶
▶