Komunitas Pemuda Pelajar Mahasiswa - Siswi Lahir Besar Dagouto (KPPM LABEDA) se-Nabire.
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Jemaat Imanuel Dagouto ke-85, panitia HUT berkolaborasi dengan komunitas ini untuk mengadakan kegiatan bermakna. Acara ini berlangsung pada 5 Desember 2024 dan diselenggarakan di berbagai lokasi se-kota studi Nabire.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat solidaritas dan kebersamaan di antara anggota komunitas, sekaligus menghormati sejarah serta perjalanan Jemaat Imanuel Dagouto. Selain itu, inisiatif ini mencerminkan semangat kaum muda untuk terlibat aktif dalam kegiatan sosial-keagamaan dan memperkuat rasa kebanggaan akan asal-usul hut jemaat imanuel dagouto ke-85.
Sebagai protokol atau pembawa acara (MC), Matias Yeimo, memainkan peran penting dalam mengatur jalannya perayaan HUT Jemaat Imanuel Dagouto ke-85. Dengan sikap yang profesional dan penuh semangat, ia memastikan setiap rangkaian acara berjalan tertib dan lancar, sekaligus menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.
Dalam tugasnya, Matias Yeimo memandu acara mulai dari pembukaan hingga penutupan, dengan memastikan semua tamu undangan, panitia, dan peserta merasa dihargai. Dalam penutupan, ia menyampaikan kesan dan pesan singkat atas nama protokol:
"Merupakan kehormatan bagi saya untuk menjadi bagian dari perayaan bersejarah ini. Kegiatan ini adalah bukti nyata kerja sama yang luar biasa dari seluruh anggota KPPM LABEDA dan panitia. Semoga momentum ini terus menginspirasi kita semua untuk memperkuat iman, kebersamaan, dan semangat pelayanan," ungkapnya.
Sebagai dimeriahkan dengan khotbah yang disampaikan oleh @Nakson Kayame, S.Th., S.Pd.
Dalam khotbahnya, beliau mengangkat tema mendalam,
"Injil mampu menyelamatkan saya dan saudara."
Tema ini menggarisbawahi kekuatan Injil sebagai sumber harapan, penyelamatan, dan transformasi hidup bagi setiap individu dan komunitas. Khotbah tersebut menginspirasi para hadirin untuk terus memperkuat iman mereka, tidak hanya secara pribadi tetapi juga bersama-sama sebagai komunitas yang kokoh dalam kasih Tuhan.
Acara ini tidak hanya menjadi momen refleksi spiritual, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan di antara masyarakat Dagouto, khususnya generasi muda yang tergabung dalam KPPM LABEDA. Perayaan ini menjadi bukti nyata untuk menjadikan iman sebagai fondasi utama dalam membangun masa depan yang lebih baik.
Sebagai Badan Pengurus Komunitas Pemuda Pelajar Mahasiswa - Siswi Lahir Besar Dagouto (KPPM LABEDA), Abimelek Degei, menyampaikan kesan dan pesan yang mendalam.
Dalam sambutannya, ia mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini dengan lancar dan penuh makna. "Momentum ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya peran kita sebagai generasi muda dalam melanjutkan warisan iman dan budaya yang telah diwariskan oleh pendahulu kita," tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa acara ini menunjukkan kekuatan solidaritas dan persatuan di tengah keberagaman, khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa yang berasal dari Dagouto. "Mari kita terus menjaga semangat kebersamaan ini dan menjadikan Injil sebagai pedoman hidup kita, karena hanya melalui iman kita dapat membawa perubahan yang nyata bagi diri sendiri, keluarga, dan komunitas kita," pesan Abimelek Degei menutup pidatonya.
Sebagai penasehat, Apeniel Mote, S.H., turut memberikan kesan dan pesan yang penuh makna pada perayaan HUT Jemaat Imanuel Dagouto ke-85. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kekompakan dan dedikasi yang ditunjukkan oleh Komunitas Pemuda Pelajar Mahasiswa - Siswi Lahir Besar Dagouto (KPPM LABEDA) dalam menyukseskan acara ini.
"Acara ini adalah cerminan semangat generasi muda yang tidak hanya mengenang sejarah jemaat, tetapi juga melanjutkan warisan iman dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari," ucapnya.
Ia juga memberikan pesan mendalam tentang pentingnya memadukan iman dan integritas dalam menjalani hidup. "Sebagai generasi muda, jadikanlah Injil sebagai dasar hidup kalian. Dalam setiap langkah, tetaplah mengandalkan Tuhan, bekerja keras, dan menjaga hubungan baik dengan sesama," katanya.
Apeniel Mote S.H menutup dengan mengajak seluruh anggota komunitas untuk terus menjaga persatuan dan semangat melayani. "Kita memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan, tidak hanya di lingkungan komunitas kita tetapi juga dalam masyarakat luas. Jadikan momen ini sebagai batu loncatan untuk terus bertumbuh dalam iman dan karya," pesannya menginspirasi.
Sebagai pembina, Jhoni Yeimo, S.T., turut memberikan kesan dan pesan yang menyentuh pada penutupan perayaan HUT Jemaat Imanuel Dagouto ke-85. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas kerja keras serta semangat kolaborasi dari Komunitas Pemuda Pelajar Mahasiswa - Siswi Lahir Besar Dagouto (KPPM LABEDA) yang telah menyelenggarakan acara ini dengan baik.
Jhoni Yeimo S.T, juga berpesan agar momen ini dijadikan sebagai landasan untuk terus mempererat persatuan dan menggali potensi diri. "Jangan pernah berhenti belajar dan berkontribusi. Gunakan kesempatan yang ada untuk menjadi pribadi yang lebih baik, dengan mengandalkan Injil sebagai pedoman hidup," pesannya.
Ia menekankan pentingnya tanggung jawab generasi muda dalam melanjutkan perjuangan para pendahulu. "Kalian adalah harapan masa depan. Jadikanlah iman, pendidikan, dan kerja keras sebagai pilar utama dalam membangun kehidupan yang bermakna, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun komunitasnya.
Sebagai Ketua Panitia, Jhon Degei menyampaikan kesan dan pesan yang penuh apresiasi dan harapan dalam penutupan perayaan HUT Jemaat Imanuel Dagouto ke-85. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas kelancaran acara ini serta menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi.
"Perayaan ini adalah hasil kerja keras bersama. Saya sangat bangga dengan semangat dan kekompakan yang ditunjukkan oleh seluruh anggota panitia dan komunitas KPPM LABEDA," katanya.
Jhon Degei juga berbagi harapannya agar kegiatan ini tidak hanya menjadi momen selebrasi, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat iman dan kebersamaan. "Tema yang kita angkat, 'Injil mampu menyelamatkan saya dan saudara,' harus terus menjadi pedoman kita dalam menghadapi tantangan hidup dan membangun masa depan," ujarnya.
#location : Papua tengah, kab, Nabire
#Date : kamis 05 Desember 2024
#Dari : duwaida, uwapo gabedio watiya✓

▶
▶
▶
▶
▶