Pendamping Koperasi Desa Merah Putih Kabupaten Paniai Business Analyst (BA) dan Project Management Officer (PMO sedang mengikuti pelatihan Kompensasi dasar selama satu Minggu akan berturut-turut, hari ini menjadi hari ketiga dilakukan di Nabire Provinsi Papua Tengah mulai dari 18/22/2025.
Kami Pendamping BA maupun PMO ada 14 orang terdiri dari BA 13 orang dan PMO 1 orang. Yang harus dipertanggunjawabkan pran usaha Koperasi di setiap Kampung di Kabupaten Paniai. Sebelum kegiatan ini dilakukan terlebih dahulunya kamipun sudah lakukan beberapa kegiatan sepertinya pemetaan lahan Gerai pembangunan gedung Koperasi di setiap Kampung, kalau bangung gedung gerai Koprasi adalah bagi DS yang memang sudah menyerahkan/ mengorbankan tanah untuk bangung Gedung Koperasi di desannya. Setelah kami mengumpulkan data penyerahan lahan untuk pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih di kampung ada beberapa permasalahan krusial yang di temuakn temukan adalah
1. Tanah yang memang sudah dipersetujuhi Desa dan pengurus bahkan Masyarakat untuk membangun Gerai Koperasi Desa Merah Putih tidak sesuai dengan ukuran lahan di simkopdes.
2. Pengurus Koperasi Desa yang sudah terbentuk oleh Pendamping Desa P3MD melalui Musyawarah Pembentukan Pengurus yang sudah ada didalam simkopdes. kebanyakan pengurus yang belum kumpul persyaratan sehingga kami belum imput di sistem simkopdes untuk memiliki akun desa itu sendiri.
4. Banyak Masyarakat yang datangi ke kami BA dan PMO untuk menuntut meminta masuk Pengurus Koperasi, Kami BA dan PMO sampaikan secara aturan harus melakukan Musyawarah Khusus Desa (Musdesus) dari Pendamping Desa P3MD dudah lakukan di setiap Desa di Seluruh Desa Kabupaten Paniai, atas berdasarkan Musdesus yang sudah terbentuk Pengurus itu merekalah yang sudah imput di Siskopdes, nama-nama pengurus tersebut sudah ada dan kami minta syarat sesuai nama2 pengurus yang ada di siskopdes tersebut
BA dan PMO Paniai telah menemukan supstansi masalah ini akan mengalami tantangan dalam menjalangkan usaha koperasi desa Merah Putih Kedepan, maka melalui pertemuan Pelatihan Peningkatan kompetensi dasar yang pernah kami sampaikan sebagai acuan klarifikasi ini muda-mudahan akan mendapatkan solusi yang tepat.
Saya demki menilai juga dampak ini bisa akan jadi besar terus-menerus seketika belum berkoraborasi kerja antara Pendamping Desa P3K, Dinas Koperinsi Daerah Kabupaten Paniai dan Dinas BPMK Kabupaten Paniai dan PMO/BA Kabupaten Paniai.
Dengan demikian Pelatihan ini dirancang untuk membekali para BA dan PMO dengan pengetahuan, keterampilan, da praktik terbaik terbaru yang diperlukan untuk menjalankan peran mereka secara efektif dan efisien.
Berikut adalah manfaat utama dari pelatihan bagi BA dan PMO:
Manfaat Pelatihan bagi Business Analyst (BA)
Peningkatan Kemampuan Analisis Bisnis: Pelatihan membantu BA mengasah kemampuan dalam mengidentifikasi kebutuhan bisnis, menganalisis proses yang ada, dan merancang solusi yang efektif.
Penguasaan Metodologi dan Tools: BA akan mempelajari berbagai metodologi (seperti Agile, Scrum, Waterfall) dan tools analisis (seperti pemodelan proses bisnis, analisis stakeholder) yang relevan untuk mendukung proyek.
Peningkatan Komunikasi dan Negosiasi: Pelatihan membekali BA dengan keterampilan komunikasi yang lebih baik untuk berinteraksi dengan pemangku kepentingan (stakeholders) yang beragam, menjembatani kesenjangan antara tim teknis dan bisnis.
Pemahaman Mendalam tentang Domain IndustrI: Terkadang, pelatihan spesifik industri (misalnya, perkoperasian, kesehatan) membantu BA memahami konteks bisnis yang unik dan tantangan spesifik di sektor tersebut.
Manfaat Pelatihan bagi Project Management Officer (PMO)
Penerapan Tata Kelola Proyek (Governance): Pelatihan PMO berfokus pada pembentukan dan pemeliharaan standar, proses, dan praktik terbaik manajemen proyek untuk memastikan proyek dieksekusi secara efisien dan konsisten di seluruh organisasi.
Penyelarasan Strategis: PMO yang terlatih dapat membantu organisasi memastikan bahwa proyek dan program selaras dengan tujuan strategis bisnis secara keseluruhan.
Manajemen Risiko dan Pemantauan Kinerja: Pelatihan mencakup cara mengidentifikasi, menilai, dan memitigasi risiko proyek, serta memantau kinerja proyek secara akurat menggunakan metrik dan laporan yang relevan.
Pengembangan Bakat dan Sumber Daya: PMO dapat belajar cara mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya dan membantu dalam pengembangan bakat tim proyek, yang mengarah pada efisiensi operasional yang lebih baik.
Secara keseluruhan, pelatihan memungkinkan BA dan PMO untuk menjadi ujung tombak dalam mendukung pelaksanaan program dan pencapaian tujuan strategis organisasi.










▶
▶
▶
▶
▶